Scoob! (2020)
93 min|Animation, Adventure, Comedy, Family, Mystery|15 May 2020
5.7Rating: 5.7 / 10 from 14,464 usersMetascore: 43
Scooby and the gang face their most challenging mystery ever: a plot to unleash the ghost dog Cerberus upon the world. As they race to stop this dogpocalypse, the gang discovers that Scooby has an epic destiny greater than anyone imagined.

Scoob! adalah film reboot animasi seri film panjang Scooby-Doo sebelumnya yang dimulai sejak tahun 2002. Entah apakah ini sebuah reboot yang tak perlu, namun Scooby-Do memang telah menjadi ikon klasik serta memiliki fans tersendiri dari puluhan karakter ciptaan Hanna Barbera. Kabarnya, Scoob merupakan awal dari Hanna-Barbera Universe, dengan puluhan karakter ikonik macam, The Jetson, Yogi Bear, The Flinstone, Tom & Jerry, Popeye, Jossie and the Pussycats, dan banyak lainnya. Scoob sendiri diarahkan oleh Tony Cervone dengan melibatkan beberapa aktor papan atas, seperti Zac Efron, Amanda Seyfried, Will Forte, Mark Walhberg, serta Frank Welker yang merupakan pengisi suara sejak seri aslinya tahun 1969.

Scooby dan Shaggy telah bersahabat sejak kecil, dan juga dipertemukan tiga sahabat mereka, Fred, Daphne, dan Velma. Setelah dewasa, mereka membentuk tim investigasi swasta, Mistery Inc, untuk memecahkan kasus misteri yang sulit terpecahkan. Shaggy dan Scooby yang selalu bertingkah konyol, akhirnya memutuskan keluar dari tim karena dianggap menghalangi karir tiga rekannya. Dalam perkembangan, Shaggy dan Scoob, dikejar sekelompok robot-robot misterius hingga akhirnya mereka disedot masuk pesawat modern milik superhero, Blue Falcon. Scooby rupanya menjadi buruan seorang penjahat kawakan yang mengincar sang anjing untuk menemukan harta karun tak ternilai.

Baca Juga  Game Night

Sayang sekali, film ini tak bisa dirilis di bioskop karena pandemi global COVID-19. Scoob! seharusnya dirilis hari jumat kemarin, namun kini beralih menjadi video on demand. Tak banyak ekspektasi memang sebelum menonton, namun faktanya, film ini benar-benar menghibur, serta jauh lebih baik dari seri aslinya dua dekade lalu. Sisi misteri dan unsur horor yang menjadi ciri khas plotnya kini disegarkan dengan beberapa tokoh yang akrab dengan generasi penonton di era superhero ini.

Sosok Scoob dan Shaggy masih seperti aslinya, berpolah konyol, penakut, dan bercita rasa kuliner tinggi. Dari dua sosok utama inilah dominasi komedinya tersaji dan banyak mengundang tawa, amat kontras dengan sosok Fred, Daphne, serta Velma yang serius. Celotehan konyol dengan banyolan milineal serta tribute, disajikan dalam momen-momen yang pas. Gaya guyonan keduanya masih seperti sosok aslinya, namun anehnya, sama sekali tak terasa usang. Sosok superhero Blue Falcon, semakin menyegarkan kisahnya menjadi terasa kekinian dengan polahnya yang tak kalah konyolnya.

Scoob! adalah reboot animasi yang menghibur dan penuh warna, serta tentu bakal memuaskan, baik fans sejatinya maupun generasi masa kini. Gaya animasinya sendiri memang terasa renyah dan tak kalah dengan studio-studio animasi besar lainnya. Beberapa sosok ikonik Hanna Barbera juga telah muncul dalam film ini (Dynomutt, Captain Caveman, Dick Dastardly, hingga Muttley) yang kita harapkan saja bisa diproduksi ke depannya. Bermodal tokoh-tokoh klasik populer serta gaya animasinya, seri ini kelak memang menjanjikan.

Stay safe and Healthy!

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
70 %
Artikel Sebelumnya3 Rekomendasi Drama Korea Adaptasi Serial Barat
Artikel BerikutnyaThe Postcard Killing
Himawan Pratista
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.