Space Jam: A New Legacy (2021)
115 min|Animation, Adventure, Comedy|16 Jul 2021
4.3Rating: 4.3 / 10 from 24,665 usersMetascore: 37
A rogue artificial intelligence kidnaps the son of famed basketball player LeBron James, who then has to work with Bugs Bunny to win a basketball game.

Space Jam: A New Legacy adalah sekuel dari Space Jam (1996) yang dulu dibintangi pebasket legendaris Michael Jordan. Film ini merupakan kombinasi live-action, animasi 2D dan 3D yang disutradarai oleh Malcolm D. Lee. Film berbujet USD 150 juta ini dibintangi pebasket besar masa kini, Le Bron James, Don Cheadle, serta semua karakter besar Looney Tunes. Seperti kebanyakan film besar produksi Warner Bros. (WB) yang rilis tahun ini, A New Legacy juga dirilis bersamaan di bioskop maupun platform HBO MAX. Setelah 25 tahun dari seri pertamanya, apa yang mau ditawarkan film ini?

Al-G Rhythm (Cheadle), atau disingkat Al adalah sebuah artificial intellegence (AI) milik WB yang berlokasi di rubanah studio mereka. Pebasket Le Bron James ditawarkan pihak studio menjadi maskot dari produk canggih ini, namun ia menolaknya mentah-mentah. Al pun marah dan menarik Le Bron dan Dom, putranya, ke dunia digital. James sendiri tengah berseteru dengan sang putra karena Dom tak ingin mengikuti jejak karirnya sebagai pebasket, namun justru video game. Al yang melihat minat sang putra, membuat persaingan antara sang putra dan ayah untuk bermain dalam satu game pertandingan basket yang dibuat Dom. Sementara James harus mencari rekan tim untuk bermain, yang tak lain tak bukan adalah tim Looney Tunes.

Baca Juga  The Nest

Dari sisi kisahnya, rasanya tak banyak yang ditawarkan karena merupakan pengulangan versi aslinya 25 tahun lalu. Konfliknya sedikit memaksa dan yang terburuk adalah teramat mudah untuk diantisipasi kisahnya. Cerita memang bukan poin utama, namun adalah polah para Looney Tunes yang amat mencuri perhatian. Saya tidak tahu pasti, apa sosok kartun Looney Tunes masih populer untuk generasi milineal. Namun, saya menikmati polah mereka sebagai pembangkit rasa nostalgia tontonan masa cilik. Sementara untuk menarik penonton masa kini, pembuat film tak tanggung-tanggung menggunakan nyaris semua karakter dan film besar milik Studio WB, sejak era klasik hingga masa kini, sebut saja Casablanca, King Kong, superhero besar DC, Iron Giant, The Matrix, Mad Max, Game of Thrones, seri The Conjuring bahkan hingga aktor WB, Michael B. Jordan. Yah, mirip-mirip Ready Player One, hanya saja film ini tidak menggunakan mereka selain hanya tempelan sekejap saja.

Walau tak banyak yang ditawarkan dari sisi cerita, Space Jam: A New Legacy adalah film yang menghibur, penuh sensasi nostalgia dari Bugs Bunny dan kawan-kawan, serta tribute dari semua karakter ikonik studio Warner Bros. Satu-satunya hal yang menggairahkan semangat menonton film ini hanyalah para Looney Tunes. Sang bintang basket terbilang adalah bukanlah aktor film yang baik, walau ia sudah berusaha sekeras mungkin. Satu hal yang terasa konyol adalah promo sponsor yang belum pernah rasanya seekstrem ini, hingga sosok James kartun jatuh ke tanah dengan membuat lubang berbentuk logo Nike. Its oke, but its too much.

 

1
2
PENILAIAN KAMI
Overall
60 %
Artikel SebelumnyaLoki
Artikel BerikutnyaFear Street Part Three: 1666
His hobbies are watching films since he was a child and exploring the theory and history of film self-taught after graduating from an architectural study. He began writing articles and film reviews from 2006. Because of his experience, the writer was drawn into the teaching staff of a private Television and Film Academy in Yogyakarta to teach Film History, Introduction to Film Art, and Film Theory from 2003 to 2019. His debut book is Memahami Film (Understanding Films/2008) which separates film art as narrative and cinematic. His second book, Memahami Film (Understanding Films - Second Edition/2017), has now been published. These two books are favourite references for film and communication academics throughout Indonesia. He was also fully involved in writing the Compilation Book of the Montage Film Bulletin Vol. 1-3 as well as 30 best-selling Indonesian films 2012-2018. Until now, he still writes film reviews and is actively involved in all film productions in the Montase Film Community. Full bio can be viewed on the montase.org site.

BERIKAN TANGGAPANMU

Silahkan berikan tanggapan anda
Silahkan masukan nama anda disini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.