Editor Review

28 Years Later: The Bone Temple | REVIEW

28 Years Later: The Bone Temple merupakan penyempurna seri sebelumnya dan potensi bagi kisah berikutnya, melalui eksplorasi dan kedalaman ceritanya.

Musuh dalam Selimut | REVIEW

Dengan pendekatan lokal, akting yang solid dan suasana yang secara konsisten menekan, film ini berhasil membuat penonton mempertanyakan kembali satu hal sederhana namun mengganggu pikiran penontonnya, yaitu seberapa aman sebenarnya orang-orang terdekat kita?

We Bury the Dead | REVIEW

Bukan tontonan zombi reguler, We Bury the Dead mengeksplorasi subgenrenya melalui sisi drama dibalut sinematografi menawan.

Malam 3 Yasinan | REVIEW

Malam 3 Yasinan (2026) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sang sineas. Walau visualnya berusaha dibuat intens dan memancing ketidaknyamanan psikologis penonton, naskahnya tetap berputar di wilayah yang aman.

Film Indonesia

Musuh dalam Selimut | REVIEW

Dengan pendekatan lokal, akting yang solid dan suasana yang secara konsisten menekan, film ini berhasil membuat penonton mempertanyakan kembali satu hal sederhana namun mengganggu pikiran penontonnya, yaitu seberapa aman sebenarnya orang-orang terdekat kita?

Malam 3 Yasinan | REVIEW

Malam 3 Yasinan (2026) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sang sineas. Walau visualnya berusaha dibuat intens dan memancing ketidaknyamanan psikologis penonton, naskahnya tetap berputar di wilayah yang aman.

Alas Roban | REVIEW

Sebagai kritik, Alas Roban (2026) menunjukkan kualitas produksi dan kesadaran artistik yang patut diapresiasi. Namun sebagai karya horor yang berangkat dari lokasi dengan beban sejarah berat, film ini masih amat sangat bermain aman, sehingga lebih condong kepada unsur dramanya tetapi juga tanggung.

Kuyank | REVIEW

Kuyank terasa seperti pengalaman kolektif, bukan sekadar tontonan. Film ini berhasil membuat penonton tidak keluar dengan rasa puas yang ringan, melainkan dengan beban pikiran.

Series

Film Rekomendasi

Film Asia

Your Letter | REVIEW

Your Letter adalah animasi Korea Selatan yang memiliki kisah hangat, mengharukan, magis, dan sentimentil.

Devils Stay

Devils Stay menunjukkan iblis yang kuat tapi tindakannya bertele-tele tanpa tujuan jelas membuat ancaman dan akhir cerita terasa lemah.

Betting with Ghost

Betting With Ghost adalah film drama keluarga dengan premis dan plot twist menarik, tetapi terhambat oleh resolusi yang dipaksakan, plot hole, dan kurangnya unsur komedi dan horor.

You Will Die in 6 Hours

You Will Die in 6 Hours seharusnya dipasarkan sebagai film drama misteri karena sama sekali tidak memunculkan ketegangan pada penonton.

Film Indie & Foreign

The Thing with the Feathers | Jakarta World Cinema 2025

Meskipun The Thing with the Feathers memiliki jalinan kisah yang menarik, bagian menuju akhir terasa terseret-seret dan kelamaan.

The Salt Path | Jakarta World Cinema Online

The Salt Path tidak hanya sekadar keindahan visual, namun sentimentil dan dramatis.

How to Be Normal and the Oddness of the Other World – Festival Film 100% Manusia 2025

How to Be Normal and the Oddness of the Other World memiliki tema sederhana dengan kemasan visual yang tak biasa.

Artikel Lepas

Makoto Shinkai: Animasi Pendek dan Rasa Sepi
Meski selintas ada kemiripan tema antara Samsara dan Setan Jawa, tetapi Samsara tetap memiliki daya tarik tersendiri. Film ini memberikan pengalaman sinematik yang unik baik secara format bioskop maupun format cine-concert.
Generasi muda masa kini, pasti tak akan ada yang percaya, jika terdapat masa di mana kita harus membeli tiket bioskop di masing-masing loket studionya. Jika misalnya, terdapat 8 studio dalam satu bioskop, maka akan ada 8 box tiket. Kita pun harus mengantri di box tiket studio yang memutar filmnya.
Elang (2025) berusaha membuka borok mafia bola Indonesia, namun alih-alih menyodorkan kritik sosial yang tajam, film ini justru terjebak dalam melodrama personal. Kritik ini membaca Elang sebagai alegori patah sayap Garuda di tengah luka panjang sepak bola nasional.
error: Content Is Protected, DON\'T COPY!!!